Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
18.42
Saat itu suasana didarajat begitu rame karena pas weekand, sebelum kami semua berenang, kita jalan-jalan dulu melihat-lihat
suasana disana dan menikmati indahnya alam. sekitar 30 menit kami melakukan jalan-jalan dan foto-foto. Akhirnya kami
kembali ke area kolam renang dan memilih kolam yang akan dijadikan tempat merendam badan. Kami semua sepakat memilih kolam
yang ada dipojok dibawah tempat penginapan dan berdekatan juga dengan ruman makan Darajat Pass. Kolam yang kami pilih
adalah kolam paling dalam yaitu 190 Cm dan 150 Cm. Setelah masuk kekamar ganti, kami semua langsung buaarrrrr loncat
kekolam dan akhirnya semua tubuh basah kuyup dan siap menikmati hangatnya air panas di Pemandian Air Panas Darajat Pass
Garut.
Weekend Ke Kawasan Darajat Pass Garut
Written By Frank Garsel on Senin, 13 Oktober 2014 | 18.42
Sebeleumnya saya mengunjungi Objek Wisata yang ada di Darajat Garut, yaitu Renang ke Awit Sinar Alam Darajat Garut, Kali ini saya mencoba mengunjungi tempat lain yang masih berada di kawasan objek wisata Darajat. Menikmati akhir pekan bersama sahabat lama, kebetulan kemarin kedatangan teman lama sewaktu saya masih aktif di salah satu
komunitas yang ada di kota Garut. Ya dulu sekitar tahun 2010-2011, sudah lama tak jumpa, teman saya ini datang kembali
menemui saya pada tahun 2014 menjelang akhir tahun. Teman daya ini datang bersama kedua temannya yang kebetulan satu
jurusan dengan teman saya kuliahnya di UIN bandung, teman saya namanya Fikri dan kedua temaannya Aswan dan Rifki. Namun
saat ketemu teman saya Fikri yang asli Garut, ingin mengunjungi salah satu tempat wisata yang saat ini rame dikunjungi oleh
wisatawan lokal maupun dariberbagai kota/kabupaten yang ada di luar Jawa Barat, Yaitu mengajak saya untuk mengunjungi
tempat wisata Pemandian Air Panas Darajat.
Sebelumnya saya dan fikri melakukan sambungan telepon dulu untuk mengatur janjian dimana, namun setelah selesai melakukukan
sambungan telepon, teman saya ingin mampir dulu ke markas saya, dengan menggunakan motor teman saya sampai ke markas saya
sekitar pukul 13:00 Wib siang. Sesampainya di markas saya, mereka menikmati kopi dulu sambil ngbrol ngaler ngidul. Sekitar
1 jam kurang lebih kami ngbrol, dan tepat pukul 14:00 kami semua langsung menyiapkan dan mengecek beberapa kebutuhan yang
harus dibawa ke tempat wisata darajat, karena kalau main kesana tak mungkin tidak berendam di air panas, maka dari itu
semua perlengkapan baju, dan lain-lain harus dipersiapkan terlebih dahulu supaya tak ada yang ketinggalan, mulai dari hal
kecil seperti kresek untuk tempat penyimpanan pakaian bekas renang serta baju ganti setelah berenang.
Akhirnya kami semua setelah selesai persiapan langsung meluncur kedarajat, dari daerah Alun-alun Garut, kami mengambil arah
ke Pasar Andir dan keluar dari Jalan Raya Simpang Bayongbong-Samarang. Sepanjang jalan kami semua menikmati pemandangan
sore yang indah, gunung-gunung tanpa kabut terlihat jelas karena saat itu cuaca sangat terang dan panas. Dari Wilayah
Kecamatan Samarang, kami masuk ke wilayah Kecamatan Pasirwangi, dimana jalan ini adalah jalan utama menuju Darajat,
sepanjang perjalanan kita semua bisa melihat pemandangan yang luar biasa, kebun-kebun milik petani warga sekitar terlihat
terawat, mulai dari pesawahan dan tanaman sayuran yang hampir siap panen, ini semua menghiasi perjalanan kami menuju tempat
objek wisata Darajat.
Selama perjalanan kami ngbrobrol dan memilih tempat yang akan kami pilih untuk berenang, area wisata Darajat sudah mulai
terlihat dari bawah, kami segera memutuskan tempat mana yang akan kami pilih, ternyata pilihan semua jatuh kepada tempat
pemandian air panas Darajat Pass, ya pilihan yang tepat, karena tempat ini adalah tempat paling lengkap dan paling rame
dikunjungi wisatawan.
Sesampainya digerbang utama wilayah darajat pass, langsung meluncur kearea parkir, disini parkir itu bayarnya pas masuk,
jadi pes pasuk area parkir langsung dikasih karcis parkis dan dikenakan biaya parkir Rp. 2000,-. Untuk biaya masuk ke
Darajat Pass Rp. 22.000,- plus dapat satu botol minuman dari sponsor wisata.
Saat itu suasana didarajat begitu rame karena pas weekand, sebelum kami semua berenang, kita jalan-jalan dulu melihat-lihat
suasana disana dan menikmati indahnya alam. sekitar 30 menit kami melakukan jalan-jalan dan foto-foto. Akhirnya kami
kembali ke area kolam renang dan memilih kolam yang akan dijadikan tempat merendam badan. Kami semua sepakat memilih kolam
yang ada dipojok dibawah tempat penginapan dan berdekatan juga dengan ruman makan Darajat Pass. Kolam yang kami pilih
adalah kolam paling dalam yaitu 190 Cm dan 150 Cm. Setelah masuk kekamar ganti, kami semua langsung buaarrrrr loncat
kekolam dan akhirnya semua tubuh basah kuyup dan siap menikmati hangatnya air panas di Pemandian Air Panas Darajat Pass
Garut.
Label:
Jalan-jalan,
Objek Wisata Garut
05.11
Wisata Kuliner Pasar Ceplak Garut
Written By Frank Garsel on Minggu, 28 September 2014 | 05.11
Kali Ini Frank Garsel Online Mencoba Wisata Kuliner Garut. Berkunjung ko Kota Garut rasanya tak lengkap bila tak menjajaki wisata kuliner pasar Ceplak. Pasar Ceplak sendiri merupakan pusat jajanan yang menjadi ciri khas Garut, karena disini berbagai macam makanan mulai tradisional maupun masakini ada. Para wisatawan lokal maupun luar Garut, sudah banyak yang datang kesini untuk mencoba berbagai menu yang ada di Pasar Ceplak Garut.
Lokasinya terletak di Jalan Siliwangi tak jauh dari Alun-alun Garut, area ini menjadi tujuan utama yang menyukai wisata kuliner.Pasar Ceplak mulai buka pukul 4 sore sampai dengan pukul 10 malam, pasar ceplak juga sering disebut pasar malam yang tiap harinya ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan masyarakat. Para penjual seperi penjual Nasi Goreng, Ayam Goreng, ayam bakar, sate, soto, makanan ringan, manisan, martabak, hingga makanan yang saranya manis pedas juga ada disini.
Menurut para pedagang yang menempati pasar ceplak dari dulu, konon katanya pasar malam ini sudah berdiri sejak tahuan 70-an. Kata Ceplak diambil dari bahasa sunda yang berarti makan sambil mulut terbuka, mulai darisitulah nama Ceplak melekat dan menjadi icon pasar yang menjadikan khas wisata kuliner Garut.
Bila para pedagang sudah memenuhi area jalan siliwiangi ini, maka jalan yang tersisa untuk dilewati hanya cukup untuk kendaraan roda dua, jadi bila kita membawa kendaraan roda 4, pasti harus diparkir dulu di tempat yang sudah disediakan tak jauh dari pasar tersebut.
Berbicara tentang wisata kuliner, di Jawa Barat ini banyak sekali makanan khas daerahnya masing-masing, jadi tak heran bila kita berwisata kedaerah-daerah yang ada di jawa barat, pasti makanan yang akan kita cicipi bisa berparian dengan jenis yang sama namun rasa berbeda.
Yuk mari kita berwisata Kuliner ke Pasar Ceplak.
Jl. Siliwangi (Pengkolan) Pusat Keramaian Kota Intan Garut.
Label:
Jalan-jalan
21.09
Renang Ke Awit Sinar Alam Darajat Garut
Written By Frank Garsel on Sabtu, 24 Agustus 2013 | 21.09
Melanjutkan liburan perayaan HUT RI yang ke 68, pada tanggal 20 Agustus saya kedatangan sahabat lama saya dari kota bandung, mahasiswa STSI, M. Insan Alfat bersama kekasihnya yang bernama Lintang. Persahabatan ini terjalin saat saya masih bekerja di Kota Bandung, di warnet INTERNETARIUM, saya suka manggil ke sahabat saya ini dengan nama panggilan Ial, walaupun sebagian teman-teman kampusnya memanggil dengan sebutan Bocan.
Atas komunikasi yang tak pernah putus, sampai saat ini saya sama teman saya ini masih menjalin komunikasi dengan baik, karena jalinan silaturahmi yang terus dibangun, membuat teman-teman saya baik dari Kota sendiri maupun dari luar kota, pada berkunjung ke Garut dimana saya melakukan aktivitas.
Alhamdulillah silaturahmi ini terus terjaga sampai sekarang, nah pas kedatangan sahabat saya dari kota bandung ini, saya mengajaknya berendam ke Darajat, tepatnya di pemandian air panas Awit Sinar Alam Darajat Garut. Dan inilah beberapa dokumentasi yang saya abadikan saat berada di area wisata yang indah dan sejuk, Awit Sinar Alam. Disini juga tak hanya tersedia pemandian air panas, tapi juga menyediakan penginapan yang sekelas dengan family room. Jadi bila kita akan berlibur ke awit sinar alam dan ada rencana untuk menginap, harus booking dari jauh-jauh hari, karena kamar disini sangat terbatas, cuma ada 10 kamar. Itulah sekilas informasi dari saya hehhehe.
Label:
Jalan-jalan,
Objek Wisata Garut
04.32
Keindahan Pantai Rancabuaya Garut Selatan
Hari kedua Hur Ri ke 68, saya melanjutkan jalan-jalan ke Pantai Rancabuaya Garut Selatan. saya kesana berdua dengan Faris, Mahasiswa Widyatama Bandung, karena Fauzy tadi pagi sudah berangkat lagi ke Tasikmalaya.
Sebenarnya melanjutkan jalan-jalan ini tidak direncanakan sebelumnya, jadi mendadak secara spontan, Faris yang rencananya siang ini akan balik lagi ke bandung malah ngajak ke Pantai Rancabuaya, akhirnya saya menyetujui walaupun agak setengah hati, karena harus menempuh perjalan yang begitu curam serta jalan yang rusak berat di sekitar kecamatan Caringin 30 Km lagi ke pinggir pantai, jalan rusak parah sekitar 20 KM menjelang sampe ke pantai.
Diperjalanan saya mengalami hal yang membuat kami berdua ketawa, karena saya mengalami kecelakaan jatuh keselokan yang ada di area Caringin, namun tidak cidera ataupun luka (tos teu kuat leuleus) hehe. Tujuan kami star dari kecamatan Bayongbong menuju Pantai Rancabuaya ini, cuaca cerah membuat saya dan teman saya ini tetap melanjutkan perjalanan menuju pantai, walaupun tadinya akan putar balik lagi ke kota garut karena medan perjalanan yang sangat parah, namun saya baik teman saya berfikir lagi, kalau tidak sampai ke pantai, sia-sia saja perjalanan yang sudah dilewati.
Karena sepanjang perjalanan, jalan cukup memprihatinkan. Dengan semangat 2013, kami berdua terus melaju dengan motor yang di gunakan oleh teman saya ini dengan kecepatan yang cukup kencang. Berangkat dari Bayongbong pukul 12 siang,nyampe ke pantai rancabuaya sekitar kurang lebih pukul satu lebih.
Dari bayongbong menuju pantai ini, hanya berhenti sekali di Bungbulang untuk membeli nasi bungkus buat di santap nanti pas sampe dipantai tujuan. Jalanan yang berliku-liku membuat kami berdua agak merinding melihat jalan yang harus dilewati. Sampai ke pantai tidak langsung makan atau main air laut, tapi teman saya langsung mengambil beberapa gambar untuk dokumentasi perjalanannya, kalau saya langsung tiduran di saung-saung yang ada di pinggir pantai untuk istirahat sejenak, ngantuk mulai menyerang saya karena kecapean, akhirnya saya langsung memesan segelas kopi hitam dari penjual yang berjejer disepanjang pinggir pantai.
Abis rokok sebatang dan kopi segelas, akhirnya saya mengikuti gaya teman saya untuk sesi pemotretan hahhaa (gaya artis), dengan cuaca yang sangat panas, matahari menjelang sore terasa panas sekali dengan hembusan air laut dan gemuruh ombak, tidak menyurutkan saya dan teman saya untuk menikmati keindahan alam pantai Rancabuaya Garut Selatan.
Sambil melihat anak-anak yang lagi menangkap ikan-ikan kecil yang ada di balik karang yang bertebaran di pinggir pantai, saya sambil bergaya ala artis, dipoto bergantian dengan teman saya. Dipinggir pantai saat itu lumayan rame oleh para pengunjung, soalnya masuk ke area wisata pantai rancabuaya hanya cukup membayar 3500 plus udah termasuk parkir.
Sudah kenyang pemotretan, saya akhirnya menyantap makan yang tadi dibeli di sekitar Bungbulang, dengan semangat dan lapar yang sudah tak terkendali, akhirnya saya dan teman saya membuka bungkusan nasi plus lauk pauknya. Selesai makan, langsung menikmati sebatang rokok, habis rokok barulah kami untuk balik lagi ke kota Garut dengan hati campur aduk anatara cape dan seneng karena sudah berkunjung ke pantai yang menjadi idaman para wisatawan.
Perajalanan siap berangkat, dari pantai menuju bayongbong, kami tidak istirahat karena takut kemalaman diperjalanan, mengingat tak adanya penerangan jalan di sepanjang jalur menuju garut. Hembusan angin malam sudah mulai terasa, dingin yang begitu menggigil membuat saya dan teman saya kedinginan sekali. Perkebunan teh tak terlihat hijau karena gelap, beda dengan tadi siang pas berangkat, memasuki area perkebunan teh begitu terasa keindahan alam yang hijau dan sejuk.
Akhirnya tepat sekitar pukul 7 malam, kami sampai ke Bayongbong, langsung membersihkan diri karena muka penuh debu, dan menikmati secangkir kopi, teman saya, istirahat sejenak karena akan melanjutkan perjalanannya ke bandung karena besok akan kuliah. Akhirnya tepat pukul 8 malam, teman saya melanjutkan perjalanan ke Kota Bandung. Pengalaman yang tak bisa dilupakan...:)
Label:
Jalan-jalan,
Objek Wisata Garut
23.42
Liburan Hari Kemerdekaan RI Di Darajat Pass
Written By Frank Garsel on Jumat, 23 Agustus 2013 | 23.42
Sudah lama saya tak pernah jalan-jalan atau berwisata ke tempat-tempat keramaian baik yang ada di Kabupaten Garut maupun luar kota sendiri. Bukannya sibuk atau tak ada waktu, tapi keuangan saya yang terbatas hehe.
Alhamdulillah pada tanggal 17 Agustus tepatnya di hari HUT RI yang Ke 68, saya kedatangan sahabat lama dua orang, satu orang dari Bandung, salah satu mahasiswa Widyatama Bandung semester akhir, dan yang satu lagi dari Tasikmalaya mahasiswa Unsil semester akhir juga.
Jalan-jalan kali ini yaitu ke tempat wisata pemandian air panas yang ada di Darajat Garut, saya berangkat dari rumah dimana saya kerja jalan cigedug, Bayongbong-Garut sekitar abis shalat ashar dan nyampe ke area pemandian darajat sekitar pukul 4 sore kurang lebih.
Sepanjang perjalanan sebelum menuju ke Darajat, kami bertiga poto-poto dulu diperjalanan dengan pemandangan yang indah dan panorama alam yang menyejukan hati, persawahan yang hijau milik petani sekitar, saya bergaya dengan backgron latar belakang Gunung Cikuray, gunung terbesar yang ada di kabupaten Garut.
Setelah selesai berpoto secara bergantian, kami melanjutkan perjalanan menuju Darajat, singkat cerita, sesampainya di Darajat, kami bertiga bingung milih yang mana, karena keliatan dari luar semuanya rame dan penuh. Sebelum memilih salah satu tempat yang akan di kunjungi, kami bertiga naik dulu ke atas tepatnya di depan pemandian air panas Awit Sinar Alam Darajat Garut.
Namun setelah sampai diatas, kami memutuskan untuk kembali lagi ke bawah dan memilih Darajat Pass Garut. Disana kami tidak langsung berenang main air panas yang ada di darajat, tetapi seperti tadi sebelum sampe, kami melakukan sesi pemotretan (meni gaya) hahhaa. Udah kenyang pemotretan, kami laper, dengan cuaca yang begitu dingin sekali, tentu perut menjadi laper dan dingin. Akhirnya kami bertiga memesan 3 Buah Mie rebus dan Kopi susu untuk segera di santap di pinggir kolam renang, karena semua saung-saung yang ada di sekitar darajat pass saat itu penuh sekali oleh para wisatawan baik lokal maupun dari luar kota garut.
Namun setelah sampai diatas, kami memutuskan untuk kembali lagi ke bawah dan memilih Darajat Pass Garut. Disana kami tidak langsung berenang main air panas yang ada di darajat, tetapi seperti tadi sebelum sampe, kami melakukan sesi pemotretan (meni gaya) hahhaa. Udah kenyang pemotretan, kami laper, dengan cuaca yang begitu dingin sekali, tentu perut menjadi laper dan dingin. Akhirnya kami bertiga memesan 3 Buah Mie rebus dan Kopi susu untuk segera di santap di pinggir kolam renang, karena semua saung-saung yang ada di sekitar darajat pass saat itu penuh sekali oleh para wisatawan baik lokal maupun dari luar kota garut.
Abis sholat maghrib kami baru merasakan hangatnya air panas yang agak diselimuti asap/kabut, dingin yang begitu mengigil lenyap seketika saat kita turun ke kolam renang, namun pas naik ke darat, baru rasa dingin kembali terasa yang begitu menggigil.
Setelah kenyang berendam di air panas Darajat Pass, akhirnya kami bertiga, Frank, Fauzy dan Faris sepakat untuk pulang ke Bayongbong dimana kami bertiga akan menginap di Markas Hotel Di Garut, data center perhotelan, rumah makan dan Villa yang ada di Kabupaten Garut.
Label:
Jalan-jalan,
Objek Wisata Garut
17.12
Rute Angkutan Kota Garut
Written By Frank Garsel on Rabu, 20 Februari 2013 | 17.12
Kadang kita suka bingung dan tidak tau jurusan Angkutan Kota (Angkot) bila kita sedang berkunjung ke kota yang belum tau medan seputar kota itu, mau naik angkot takut kesasar karena kurang tau rute jurusannya kemana. Apalagi kalau malu bertanya akan tersesat di jalan hehe.
Nah kali ini saya akan mengasih informasi tentang rute angkutan kota yang ada di sekitar kota garut. Garut dengan kota yang kecil, tapi pengunjung dari luar garut sangat banyak, bahkan suka menimbulkan kemacetan walaupun tidak sampai parah. Garut memiliki Anggutan Kota beberapa jurusan, mulai dari jurusan dalam kota sampai jurusan luar kota yaitu dengan biasa ongkos dua kali lipat, seperti di seputar kota, tarif angkot cukup Rp 2000,- tapi bila keluar jalur kota maka tarif akan menjadi Rp. 4000,- seperti contohnya dari terminal Garut ke Bayongbong, itu tarifnya 4000 sampai dengan 5000.
Semoga informasi dibawah ini membantu anda yang sedang mencari jurusan yang menuju ke tujuan anda di kota garut. Selamat menikmati pelayanan Angkutan Kota Garut.
- Trayek 07 (Terminal Guntur-Sukawening)
- Trayek 08 (Terminal Guntur-Pasar Andir)
- Trayek 09 (Terminal Guntur-Cibodas)
- Trayek 10 (Terminal Guntur-Leles-Kadungora)
- Trayek 011 (Terminal Guntur-Perum.Suci Permai
- Trayek 012 (Terminal Guntur-Karangpawitan-Cimurah)
- Trayek 016 (Terminal Guntur-Perum.Cempaka Indah)
- Trayek 01(Term.Guntur-Sukaregang)
- Trayek 02(Term.Guntur-Sukadana)
- Trayek 04 (Term. Guntur-Cipanas)
- Trayek 03 (Term. Guntur-RSU)
- Trayek 05 (Term.Guntur-Leuwigoong)
- Trayek 06 (Term.Guntur-Bojongloa/Cikuray)
- Trayek 013 (Term. Guntur-Rancagango)
- Trayek 014 (Term. Guntur-Ciobodas Via Rancamaya)
- Trayek 015 (Terminal Guntur-Sanding/Goler)
Label:
Diariku,
Jalan-jalan
08.43
Jakarta-Garut
Written By Frank Garsel on Rabu, 19 Desember 2012 | 08.43
Alhamdulillah sudah nyampe lagi ke kampung halaman Garut Kota Intan tea, kembali menikmati sejuknya kampung halaman yang sangat sejuk. Hari ini sepanjang perjalanan Jakarta-Garut lumayan lelah, dari jakarta mampir ke Rumahnya Mba Novi dulu, membahas tentang handuk yang siap kita promosikan di beberapa situs online milik kita, selama 30 menit kita membahas handuk, mba Novi menyuruh makan dulu sebelum kita berangkat menuju Garut. Wow mantap banget kita makan di suguhin ikan goreng dengan bumbu cabe rawit merah yang super pedas, cuaca bekasi yang panas banget, membuat makan kita di ikuti keringat yang keluar, makan ikan goreng bumbu ala padang ini sangat segerr bikin kepala gk mumet saking pedesnya, Makasih banyak ya Mba Novi, jangan kapok kalau nanti kita mampir lagi ke rymah mba, kata Mba Novi yang masak ikan pedas ini adalah suaminya yaitu mas Ifan, wih jagoan euy masakna c mas heheh.
Setelah kita makan, merokok dulu, habis sebatang kita langsung caw menuju Garut, tapi sebelum menuju garut, kita bertiga, om Adriyan, kang Jayus, mampir dulu ke Cibaduyut, untuk melihat beberapa produk unggulan cibaduyut salah satunya sepatu, di sana masuk ke Toko Garsel dan JK, kebetulan saya juga beli sendal di sana, inilah saya ikut mejeng di toko sepatu JK hehhe.
Label:
Jalan-jalan





















